Bandung Barat 16 juli 2026 – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Sebagai bentuk nyata keterbukaan kepada publik sekaligus upaya memenuhi standar pelayanan publik, RSUD Cililin menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Cililin, dr. Neng Siti Djulaeha, Sp.PK, Camat Cililin Opa, Sekretaris Kecamatan Cililin H. Bayu, Danramil Cililin Kapten Inf. Arif Fahrudin, Kapolsek Cililin yang diwakili Bhabinkamtibmas Kusnadi, Kepala Desa Cililin Tedi, jajaran manajemen dan staf RSUD Cililin, serta perwakilan masyarakat.
Forum ini menjadi salah satu syarat penting dalam penilaian standar pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran demi peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Cililin, dr. Neng Siti Djulaeha, Sp.PK, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan pasien ke RSUD Cililin terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut mendorong manajemen rumah sakit untuk terus melakukan inovasi agar pelayanan semakin cepat, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Pelayanan kesehatan yang baik harus dibangun dari masukan dan saran langsung warga masyarakat. Kami terus mencari solusi terbaik agar antrean pasien tidak terlalu lama dan alur pelayanan menjadi lebih ringkas,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas pelayanan, RSUD Cililin mengoptimalkan peran Manajer On Duty (MOD) dan Humas sebagai garda terdepan dalam menangani pengaduan masyarakat. Posko pelayanan pengaduan kini dioperasikan lebih aktif pada pukul 09.00–14.00 WIB serta 14.00–24.00 WIB, sehingga masyarakat dapat memperoleh respons yang lebih cepat terhadap berbagai keluhan maupun kebutuhan informasi.
Selain itu, RSUD Cililin juga telah menyediakan Ruang Transit bagi pasien. Fasilitas ini berfungsi memberikan kenyamanan sementara bagi pasien yang memerlukan observasi atau menunggu perpindahan ruangan, sehingga kepadatan di area pelayanan utama dapat diminimalkan.
Dalam pemaparannya, manajemen RSUD Cililin juga menyampaikan rencana pengembangan fasilitas medis modern sebagai bagian dari transformasi pelayanan kesehatan. Beberapa fasilitas yang diproyeksikan segera tersedia antara lain CT Scan untuk mendukung diagnosis cepat berbagai penyakit seperti stroke dan tumor, serta Cathlab (Laboratorium Kateterisasi Jantung) guna memperkuat layanan penyakit jantung secara terpadu.
Tidak hanya itu, rumah sakit juga terus melakukan pembenahan internal melalui penguatan sistem pengelolaan pengaduan masyarakat, integrasi layanan MOD dan Humas, pengawasan mutu pelayanan selama 24 jam, koordinasi lintas unit, serta penanganan komplain secara cepat dan profesional.
Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik ini, RSUD Cililin berharap dapat terus membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, transparan, responsif, serta menjadikan RSUD Cililin sebagai rumah sakit pilihan utama masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang ramah, cepat, dan berorientasi pada kepuasan pasien.(Galih)
